Sejarah Pajajaran Islam


ASAL USUL
KERAJAAN PAKUAN PAJAJARAN

Negara Kita Negara Sunda, maka kita bisa disebut orang sunda, kemudian sekarang jamannya sudah agak beda bukan jaman purba lagi, memang sejak dulu kerajaan Gajah terkenal, berkat Ramahanda saya (Prabu Anggararang), yang masih termasuk jaman purba, dengan symbol Gajah, disatukan jadi symbol kerajaan, datang dari petunjuk yang jadi kekuatan berdirinya kerajaan Gajah.

Sekarang juga sama, Negara ini juga ada nama, yaitu Negara yang kita diami adalah tataran sunda yang termasuk dari simbolnya yaitu binatang yang paling buas yaitu Harimau.

Nah saya ini (Prabu Siliwangi) ada petunjuk yaitu jika dari barang sudah selesai (Kujang) sekarang masalah nama kerajaan dikarenakan saya ada yang membantu yaitu bangsa siluman ataupun Harimau Harimau ghaib, ketika berperang melawan tentara mongol pati pasukan harimau putih (Meong Bodas) SEJAJAR ATAU BERJEJER dengan tentara GAJAH, jadi saya membawa nama kerajaan dari Negara Gajah dengan kerajaan Harimau, bila disatukan maka namanya disebut PAKUAN PAJAJARAN, Pakuan artinya Jaya Pajajaran Sejajar Pasukan Harimau Putih (Meong Bodas) dengan Pasukan Gajah, disatukan lagi oleh barang pusaka yang tiga yang namanya KUJANG TIGA SERANGKAI artinya berbeda-beda tapi sama, jadi tepat sudah, nah ditatar sunda ini lahir Kerajaan Pajajaran.

ASAL-USUL SENJATA KUJANG

Jadi tataran sunda tersebut harus benar-benar dipegang oleh saya (PRABU SILIWANGI), jadi harus dipercepat membuat barang-barang yang membentuk pisau untuk CIRI KERAJAAN SUNDA sebagai SIMBOL yang bisa menyimpan kekuatan, Pangeran Pamanah Rasa menyuruh ke Eyang Jaya Perkasa untuk membuat senjata pisau berbentuk harimau sebanyak tiga buah. Sebagai awal mula sejarah dibuatnya tiga senjata yang berbentuk Harimau Tiga Warna, yaitu Kuning, Hitam, Putih. Senjata pertama yang berwarna hitam, dibuat dari batu yang jatuh dari langit yang sering disebut meteor, yang dibakar oleh Pangeran Pamanah Rasa sendiri, dibentuk besi yang diperuntukkan untuk membuat senjata tersebut. Senjata Kedua dibuat dari air api yang dingin, yang warnanya kuning dibekukan menjadi besi kuning, Senjata ketiga dari besi biasa yang direndam dalam air hujan menjadi putih berkilau.

Sampai tujuh hari senjata baru jadi, semalam penuh Pengeran Pamanah Rasa memikirkan nama untuk barang itu, tepat ayam berkokok ditemukan nama untuk ketiga barang tersebut, yaitu dengan bahasa sandi, bahasa itu sangat tepat untuk barang senjata yang sudah jadi, yaitu namanya KUJANG (Senjata Berbentuk Harimau), dikarenakan barangnya ada tigabeda beda warna tapi bentuknya sama disebut jadi KUJANG TIGA SERANGKAI, YANG ARTINYA BEDA-BEDA TAPI TETAP SAMA.

Prabu Siliwangi Masuk Islam Oleh Syekh Quro

Pangeran Pamanah Sari datang ke Syekh Quro. Mau menikahi Nyi Subang Larang, Syekh Quro menerima lamaran Pengeran Pamanah Sari, namun meminta 3 syarat:

Yang pertama harus masuk Islam, yang kedua harus belajar ngaji, yang ketiga harus berangkat dulu ke haji, itu syarat-syarat yang diberikan oleh Syekh Quro kepada Pangeran Pamanah sari.

Pangeran Pamanah Sari kebingungan karena beliau dari agama Hindu, tetapi kerena ada yang ingin dicapai Pangeran Pamanah Sari memutuskan siap untuk di Islamkan, beliau datang kepada Syekh Quro untuk di Islamkan ketika sampai ke tempat Syekh Quro. Semua orang dikumpulkan ke dalam ruangan, ki Gendeng Tapa menyaksikan Pengeran Pamanah Sari di Islamkan, tidak terlalu lama Pangeran Pamanah Sari diberikan janji oleh Syekh Quro sambil memegang tangannya dengan mengucapkan dua kalimah Syahadat, setelah itu selesai Pangeran Pamanah Sari dianggap sah dari akad menjadi muslim, hari itu selesai untuk syarat pertama. Pangeran Pamanah Sari langsung menjalankan syarat yang kedua yaitu belajar ngaji. Setelah 5 bulan Pangeran Pamanah Sari bisa ngaji seperti membaca huruf arab, sholat, dan pemikiran Islam seperti apa artinya Islam, semua ilmu agama Islam telah diserapnya. Syekh Quro bingung dan heran Pangeran Pamanah Sari bisa belajar dengan cepat, padahal sampai tingkat semua itu, bisa butuh waktu sekitar dua tahun. Pangeran Pamanah Sari langsung meminta syarat yang ketiga yaitu naik haji.

SEBAGAI MUSLIM MEMPERJUANGKAN AGAMA ISLAM

Teks ini bukti tertulis dalam bahasa dan tulisan Sunda kuno jaman Pajajaran, yang di tulis di kulit harimau berasal dari Kitab Suawsit Sasakala Prabu Siliwangi.

“ SASAKALA PRABU SILIWANGI”
Kaula Prabu Siliwangi nyakenkeun ka sadayana jamaah
Diya sakayan kaula nu Insya Allah ngabalai
Diya nyusuk nudihapurankeun kaagama Islam
Nyian anaka arang-arang nuka kaula di wastupun
Nyakeun hate diyaya sakala dikailkeun di kaitkeun
Dipahetkeun nyakeun lelembut diyaya sakala arang-arang marifat
Puran kayan kegeugeuh diyayakeun ka gusti Allah
Diya dihampurakeun ka agama Islamna
Haturan dajar nyakeun hapur kaula kasabab
Neuteup diyaya teu nyakeun diaya sakala bisa musrik
Sakitu nu kaula bisa dibantoskeun diya kecapna
Susuhun dihampura diya kecap parit ieu upami aya kalepatan
Kaula Prabu Siliwangi Pangeran Pamanah Rasa”

Pangeran Pamanah Sari Berangkat ke Haji Dengan Syekh Quro

Syekh Quro menyiapkan Pangeran Pamanah Sari mau dibawa ke Mekah naik Haji beliau diberitahu dulu harus itikap, berdiam diri di mekah selama empat puluh hari.

Pangeran Pamanah Sari berangkat ke Mejah di bawa terbang oleh Syekh Quro, sampai ke Mekah membutuhkan waktu satu malam, berangkat malam sampai subuh, tiba di Mekah langsung sholat subuh, melaksanakan sholat berjamaah sampai amalan-amalan yang diajarkan oleh Syekh Quro diamalkan, sehari penuh berkeliling Kabah.

Di Mekah Pangeran Pamanah Sari kebingungan karena sudah beberapa hari terjadi perubahan dalam dirinya, sedikit-sedikit dosa dan kejadian-kejadian oleh beliau yang dialami seperti nyata kelihatan, Nampak seperti mimpi buruk, Pangeran Pamanaha Sari sampai menangis habis-habisan di depan Kabah.

Semenjak itu Pangeran Pamanah Sari percaya Islam dan percaya adanya Allah, empat puluh hari tidak terasa sudah berlalu Pangeran Pamanah Sari di bawa pulang oleh Syeh Quro setelah sampai ke tempat, banyak yang ngumpul menunggu yang pulang dari haji.

Pangeran Pamanah Sari ditanya oleh Syekh Quro dalam masalah pernikahannya dengan Nayi Subang Larang dari situ Pangeran Pamanah Sari ingin bicara dulu kepada semua karena beliau sebelumnyaada niat hati jelek, setelah belajar dengan Syekh Quro, Pangeran Pamanah Sari mengalami banyak perubahan dalam dirinya dan tahu mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang salah oleh karena itu Pangeran Pamanah Sari menjelaskan yang sebenarnya bahwa dia yang sebenarnya adalah Raja di Kerajaan Pajajaran setelah di jelaskan ada yang terkejut, ada yang langsung menyembah dan sebagainya, tetapi Syeh Quro biasa saja karena sudah tahu dari awal juga, tidak ada yang membuat marah satupun malahan senang Pangeran Pamanah Sari berterus terang.

Pangeran Pamanah Sari Di Beri Gelar Prabu Siliwangi

Pangeran Pamanah Sari menguasai tanah Cirebon setelah diserahkan oleh penguasa Cirebon sebagai mertuanya yaitu Ki Gendeng Kasih dan Ki Gendeng Tapa, kemudian para sesepuh kumpul dengan Pangeran Pamanah Sari, Ki Gendeng Tapa, Ki Gendeng Kasih dengan Ki Dampu Awang, dengan istri-istrinya Pangeran Pamanah Sari yaitu ada tiga, Nyai Subang Larang, Nyai Kasih dengan Nyai Aci Putih.

Semuanya pada kumpul sebab Pangeran Pamanah Sari sakti mandra guna dan pintar, terkenal dimana-mana yang menguasai Kerajaan Pajajaran, Pangeran Pamanah Rasa dan pangeran Pamanah Sari menjadi terkenal dengan gelar Sang Prabu Siliwangi.

Rabu Siliwangi hidup jaya sampai beliau mempunyai putra dari istri yang pertama yaitu Nyai Aci Putih dan nama putranya ARYA SETA di beri gelar PRABU KIAN SANTANG, terus mempunyai lagi dari istri yang kedua yaitu mempunyai dua anak, Perempuan dan laki-laki yang diberi nama untuk putrinya NYAI LARA SANTANG yang laki-laki PANGERAN WALASUNGSANG, Prabu Siliwangi mempunyai putri tiga dari dua istri btidak lama kemudian yang terakhir yaitu istri Prabu Siliwangi yang ketiga Nyai Kasih mempunyai anak satu laki-laki yang bernama PANGERAN SAGARA.

Prabu Siliwangi Menghilangkan Kerajaan Pajajaran Pindah ke Alam Ghoib

Prabu Siliwangi kembali pulang ke kerajaan Pajajaran. Prabu Siliwangi bingung karena sedah muslim sedangkan di kerajaan pajajaran masih beragama Hindu. Sebelum pergi Prabu Siliwangi berpesan kepada seluruh istrinya agar Cirebon (SUNDA) dan ajaran ISLAM harus turun-temurun sampai pada anak cucu mereka.

Lalu Prabu Siliwangi berangkat ke kerajaan Pajajaran dengan Ilmu Aji Halimun bisa sampai dalam waktu setengah hari. Seluruh rakyat kerajaan dan segenap keluarga menyambut kedatangan Prabu Siliwangi, mereka menyembah Parbu sepanjang jalan menuju kerajaan, lalu Prabu di sambut dengan suka cita oleh Panglima Eyang Jaya Perkasa.

Prabu Siliwangi memikirkan bagaimana Gejolak dari rakyat-rakyatnya apabila mereka tahu bahwa dirinya sudah di Islamkan oleh Syekh Quro. Bagai mana caranya menghilangkan fitnah atau perkataan-perkataan dari rakyat yang tidak tahu tentang agama, tidak lama kemudian Parbu Siliwangi mendatangi Harimau Putih Panglimanya supaya membantu Negara Pajajaran di pindahkan ke Alam GHOIB alam Jin. Prabu Siliwangi menunggu datangnya bulan purnama, sambil menunggu Parbu Siliwangi bersama Harimau Putih malam-malam pergi ke batas Kerajaan Pajajaran untuk menanam pohon Jeruk, dari batas kerajaan supaya ketika menghilang tidak meninggalkan jejak sedikitpun dan tidak ada bukti apapun. (Kerajaan ini Desa Pajajaran Kecamatan Raja Galuh Kab. Majalengka).

Akhirnya Prabu Siliwangi bersama Harimau Putih menyirep/menidurkan semua rakyatnya. Prabu Siliwangi langsung memindahkan kerajaan tersebut dengan orang-orangnya, memakai ilmu dengan dibantu oleh Harimau Putih menghilang. Semenjak itu semua Negara kerajaan Pajajaran pindah dari alam dohir ke alam ghoib.

Sejarah Pajajaran ini disusun oleh Pondok Pesantren Pasim Al Path. Fajar Laksana, SE, MM, CQM. Penyusnan menjelaskan, penulisan sejarah Prabu Siliwangi ini untuk meluruskan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat tentang Kerajaan Pajajaran dengan rajanya Prabu Siliwangi. Sumber sejarah ini disusn dari WASIAT PRABU SILIWANGI DARI KITAB SUWASIT.

Keontentikan isi buku sejarah yang disusun dari Kitab Swasit “Wasiat Prabu Siliwangi” ini juga dibuktikan dengan puluhyan benda - benda sejarah peninggalan Prabu Siliwangi. Semua benda ini disimpan di Musium Pajajaran Pesantern Pasim Al Path.

65 komentar:

  1. punten a..

    Prabu siliwangi ( bernama asli Sri Baduga Maharaja ) mempunyai 4 orang anak :
    1. Kian Santang ( sunan Godog )
    2. Raja Baok (berbulu lebat)
    3. Rara Santang
    4. Rara Sumending

    sekian..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukankah Sri Baduga Maharaja Prabu siliwangi, bliau memiliki 3 orang anak :
      1.Raden Walangsungsang
      2.Raden Kian Santang
      3.Nyimas Rara Santang
      ,.,.,.???

      Hapus
    2. punten a....

      mun hoyong carita nu aslina sok ameng ka gunung gde sukabumi... kin aya guha,, tah ngenong didinya.

      Hapus
    3. Putra Prabu Sri Baduga Maharaja BANYAK, bukan cuma 4, isterinya saja 5. Jangan ngaco.

      Hapus
    4. Punten keterangan diatas banyak ngaconya daripada benarnya, sumber-sumber sejarah Sunda sementara yang dianggap benar ada pada KITAB WANGSAKERTA, SEJARAH JAWA BARAT, PANTUN BOGOR, BABAD TANAH JAWI.

      Hapus
    5. ass..sampurasun punten sadayanya, kalo emang teu nyaho sajarah kerajaan prabu siliwngi. lamun terang sejarah prabu siliwangi boga 2 anak dari seorang istri ibu ratu galuh nya eta :
      1) prabu kian santang (yang disetiap lokasi pada saat napak tilas prabu kian santang berganti nama.pernah menggunakan nama prabu walangsungsang dan prabu cakra buana.pada saat prabu kian santang belajar mendalami ilmu islam dengan syahdina ali (sahabat rasullah) di tanah arab pada zamannya.beliau ditugaskan untuk mensyiarkan agama islam di tanah jawa).
      2) putri rara santang (beliau menikah di tanah arab mempunyai putra dan putra tersebut menikah dengan ibu sarifah mudain, yang mempunyai seorang putra yg bernama sunan gunung jati.dan mensyiarkan agama islam di tanah jawa sampai kini.)

      Hapus
  2. saya hanya ingin mengatakan bahwa prabu kian santang mempunya istri yg bernama nyi shinta labuhan larang?apa anda mengetahuinya

    BalasHapus
  3. Prabu siliwangi tidak masuk ISLAM .

    BalasHapus
    Balasan
    1. toh siliwangi menikahi subanglarang (muslim) dan anak2nya walangsungsang, kian santang dan lara santang juga mulsim, bahkan larassantang adalah ibu dari Sunan gunung jati
      .
      jadi coba buktikan dengan bukti yang relevan kalau prabu Siliwangi belum ISLAM

      Hapus
    2. syeh hasanuddin itu adalah orang yang paham Agama Islam jadi dia mau menikahkan dengan subanglara karena Prabu Siliwangi sudah muslim :D

      Hapus
    3. kalo anda ingin tau kisah aslinya,datang langsung ke godog suci garut,,,
      ni artikel menyesatkan kang,,,,,,

      Hapus
    4. punteun pisan, sanesna hoyong debat ..

      soal Ratu Jayadewata (Prabu Siliwangi) masuk islam atau tidak, kita pakai logika saja.

      seorang muslimin yang tauhidnya kuat kepada Allah seperti Ki Gedeng Tapa, Syeikh Hasanudin tidak mungkin membiarkan anak gadisnya menikah dengan seorang pria yang tidak seiman dengan mereka, jika diizinkan menikah dengan yang tidak beriman, berarti Ki Gedeng Tapa, Syeikh Hasanudin sama halnya membiarkan anaknya (Nyai Subanglarang) berzina. betul ??

      sakali deui hapunteun abdimah sanes hoyong debat, mung ieu mah nyanyahoanan abdi we kang.

      Hatur Nuhun Artikelna, seueur ngabantos...

      Hapus
    5. anda tahu dari mana prabu siliwangi tidak masuk muslim..prabu siliwangi itu nama islamnya WALI HAJI SAKTI MANGKUBUMI itulah nama islam beliau, memang saat beliau memimpin pajajaran rakyatnya pada jamannya hindu. tapi dia tetap seorang muslim..

      dari mana anda bisa membuktikan kalau prabu siliwangi bukan seorang muslim wahai adjie??

      Hapus
  4. Siliwangi terakhir adalah Prabu Ragamulya Suryakancana

    BalasHapus
  5. Kitab swasit tidak otentik,1 kerajaan pajajaran bukan berasal dr kerajaan gajah tp dr kerajaan galuh,2 Niskala wastu kancana nama ayahny,3 kerajaan cirebon dan banten adlh keturunany dan itu lebih otentik dr pd kitab swasit.4 memang benar prabu siliwangi pernah masuk islam tp tidak lm stlh sang istri subanglarang wafat dia kembali lg k agama semula yaitu sunda wiwitan.sekian

    BalasHapus
  6. saya bingung,yg benar itu ceritax sendiri"....

    BalasHapus
  7. sejarah sudah diputar balik oleh orang-orang yg punya kepentingan sehingga cerita tentang pajajaran dan Prabu Siliwangi sendiri memiliki banyak versi, banyak penyesatan sejarah tentang sang pemanah rasa/prabu Siliwangi......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nu pasti ayeuna umumna urang sunda agamana Islam....jadi mun rek nanjeurkeun budaya sunda, nya kudu sunda nu Islami, nyaeta sundana ki Santang

      Hapus
  8. Kang, Sribaduga Maharaja mah sanes nami, tapi gelar. Prabu siliwangi mah moal lebet ka Islam lantaran tos ngagaduhan pamadegan tea, nyeta SUNDA WIWITAN.

    BalasHapus
  9. Admin tolong hapus konten tulisan ini...! karena sangat menyesatkan ini bukan diranah sejarah, ini rananya DONGENG pengantar tidur, belajar dulu Ilmu sejarah yang benar baru anda bisa menulis tentang Sejarah Pajajaran. KAlo anda memang tidak mengerti sejarah boleh belajar lagi di Jurusan Sejarah. banyak di perguruan tinggi. menulis sejarah tidak seperti manulis status di facebook yang seenak perut sipenulis. konten ini mencerminkan betapa Anda buta bahka saya berani mengatakan anda bodoh sekali konyol sekali kalau tulisan di atas dinamakan sejarah.Ok

    BalasHapus
  10. Hemzzzz jdi bingung kuring mna atuh sjarah anu otentikna???

    BalasHapus
  11. kisah prabu siliwangi adalah kisah yang memiliki banyak versi... jadi kita telaah aja dulu... belum ada yang tau kisah sejati nya

    BalasHapus
  12. Kisah nu sabenerna nu mana sih.!! Bingung aing

    BalasHapus
  13. Jika anda seorang muslim dan memiliki seoarang putri, apa anda rela menikahkan putri anda pada seorang yang non muslim.???( terlebih anak seorang syekh). Begitu pun sebalik'y jika anda non muslim apa anda rela menikahkan putri anda pada seorang muslim.saya tidak memihak siapapun,sebenar'y sejarah di indonesia banyak sekali yang di simpang siurkan oleh beberapa oknum untuk kepentingan pribadi.ambil contoh sejarah yg G30 SPKI / SUPERSEMAR yg nota bene masyarakat pada saat itu menuju era modern (mulai pintar hehe) tp msh bisa di bohongi (dikibuli). Apalagi menggali sejarah yang benar benar lama tertelan bumi,memang sulit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, sejarah banyak disimpan siurkan, sama halnya dg secarah kerajaan Pajajaran seperti tertulis di atas. Benar2 dibuat dongeng dan dimurtadkan.

      Hapus
  14. .
    jadi coba buktikan dengan bukti yang relevan kalau prabu Siliwangi ISLAM

    BalasHapus
  15. Ini tulisan dongeng. Sarat imajinasi.
    Tolong belajar sejarah lagi yg benar. Darimana critanya Siliwangi masuk Islam.
    Agama resmi kerajaan waktu itu adalah Sunda Wiwitan, agama asli tanah pasundan, bukan impor dari timur tengah.
    Sayangnya pemerintah tidak mengakuinya.
    Sampai sekarang agama kami masih dianut oleh sebagian kecil rakyat tanah pasundan.
    Suku badui adalah penganut sunda wiwitan, tapi selalu berusaha dimurtadkan utk masuk islam.

    BalasHapus
  16. Hahaha...betul PRabu Siliwangi islam. Borobudur aja bangunannya Soleman, islma juga.
    Sidharta Gautama aja islam.
    Alien aja masuk islam...
    Ngakak guling-guling...

    BalasHapus
  17. Hanya Allah lah yang tahu

    BalasHapus
  18. Untuk yang masih ada darah keturunan asli pasti paham,dan lebih jelasnya itikaf,minta izin oleh yg punya hidup,untuk tanya langsung oleh yg bersangkutan,insya allah jelas..

    BalasHapus
  19. punteun pisan, sanesna hoyong debat ..

    soal Ratu Jayadewata (Prabu Siliwangi) masuk islam atau tidak, kita pakai logika saja.

    seorang muslimin yang tauhidnya kuat kepada Allah seperti Ki Gedeng Tapa, Syeikh Hasanudin tidak mungkin membiarkan anak gadisnya menikah dengan seorang pria yang tidak seiman dengan mereka, jika diizinkan menikah dengan yang tidak beriman, berarti Ki Gedeng Tapa, Syeikh Hasanudin sama halnya membiarkan anaknya (Nyai Subanglarang) berzina. betul ??

    sakali deui hapunteun abdimah sanes hoyong debat, mung ieu mah nyanyahoanan abdi we kang.

    Hatur Nuhun Artikelna, seueur ngabantos...

    BalasHapus
  20. Hmpra dLr sya mah moaL ngirngan debat..
    Hyoe sasareungan jaga tanh snda ieu..
    Tonk mohokeun sajarah.

    BalasHapus
  21. punten pisan...

    daripda kalian debat mending lestarikn budaya SUNDA di seluruh Indonesia...
    maaf saya anggota PAGUYUBAN URANG SUNDA wilayah BALI...kl da sodara ato temen asli SUNDA yg brada di BALI tolong ikut gabung di PUSUNDA wilayah BALI...
    PUSUNDA Bali sudah dibwah naungan POLDA BALI n IKATAN MOTOR BESAR BALI

    INFO LEBIH LANJUT HUB ;
    VIJO 081-917-048-864
    Facebook ; PUSUNDA BALI
    Ketua JAKA SUNDA BALI

    BalasHapus
  22. semua kterangan agan2... luar biasa deh.... sbnernya sy sndiri agk bingung menanggapinya.... tpi ykin semua ini adalh rohmat (karna perbedaan adalah rohmat) tergantung cara kita mnyikapinya az...

    BalasHapus
  23. lah nu karitu di masalahkeun,cokot we jadi ksimpulana,ulah make debat,da can lahir atuh nu nyieun sejarahna jng nu nyieun caritana,jadi alangkah alusna mun di jadikeun perbandingan.pisss ahhhh

    BalasHapus
  24. SILIWANGI sendiri adalah gelar / untuk Setiap Raja diraja Pajajaran pengganti Prabu Wangi, Jadi akang Prabu Siliwangi teh tidak satu tapi ada beberapa prabu siliwangi dan yg terakhir adalah raja sumedang larang, Nah kalo akang janteun raja di pajajaran mangga angge nami Siliwangi, dan jangan lupa sejarah pajajaran itu sudah di hapus oleh pemerintahan belanda dan juga indonesia agar istana presiden gak jadi bangunan sengketa.

    BalasHapus
  25. KIta harap jangan jadikan SEJARAH Pajajaran menjadi sebuah dongeng atau mitos, Raja-raja Pajajaran tidak diragukan kemampuanya akan tetapi kita harus menyikapinya lagi lebih logis dan telusuri sejarah, kalo banyak orang yg percaya Wangsit Siliwangi ( yg menurut saya palsu ) dikatakan sang Prabu dlm keadaan Susah (sengsara ) sebelum menghilangkan kerajaan pajajaran, dan gak mungkin jika kita katakan Raja yg di sebut sakti prustasi hingga menghilang bersama kerajaanya, apalagi dengan cerita cerita aneh lainya, yang logic nya Pajajaran Runtuh oleh banten dan di ambil alih oleh sekutunya yaitu Portugis lalu berpindah tangan ke belanda, termasuk sumedang pun runtuh hingga tidak punya lagi gelar Raja, agar tidak muncul raja baru ditanah sunda maka semua bukti sejarah dihilangkan dan kemungkinan diiringi oleh pengasingan dan pembantaian keturunan dan bangsawan Pajajaran pada masa itu. Jejak pajajaran terakhir di daerah Garut dimana banten dan pajajaran mencoba untuk bersatu kembali untuk melawan penjajah akan tetapi pajajaran sudah lemah dan hanya bisa melawan portugis akan tetapi tidak mampu melawan belanda yg berkedudukan di Istana presiden Kebun raya bogor ( istana pajajaran saat itu yg sudah di ambil alih oleh portugis ) beberapa kali di serang pasukan banten hingga belanda bebera pakali memembangunnya kembali. Kerajaan Pajajaran Tidak Pernah Hilang............

    BalasHapus
  26. (1) Makalah Ilmiah
    Prabu Siliwangi Berdasarkan Paradigma Realisme Metafisik
    Oleh: Muhammad Fajar laksana
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/
    Cerita yang telah melegenda tentang Raja Pajajaran yaitu Prabu Siliwangi menjadi sebuah wacana milik bersama seluruh rakyat Indonesia bahkan menjadi kajian yang tidak pernah selesai, akibat terbatasnya dunia akademisi dan ilmiah membongkar eksistensi dan historikal dari Prabu Siliwangi. Hal ini menjadi permasalahan Metafisik yang tidak ada akhirnya dalam pembahasan di dunia akademisi, seperti yang dikemukakan oleh Kant.
    Menurut Kant dalam bukunya Critique of Pure Reason, akal budi manusia di dalam suatu lingkungan kognisinya mempunyai hakikat sedemikian rupa, sehingga manusia tidak tahan untuk tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai dunia yang sesuai dengan hakikat akal budi-nya, yang tak akan pernah mereka ketahui jawaban-jawabannya. Akal budi manusia memulai sesuatu dengan prinsip-prinsip yang tidak dapat disalurkan lewat pengalaman, dimana pada waktu yang sama pengalaman dapat memastikan kebenaran. Dengan prinsip-prinsip tersebut, akal budi manusia bangkit. Namun dengan cepat ditemukan bahwa kerja akal budi manusia tidak pernah selesai, karena pertanyaan-pertanyaan baru tidak akan pernah berhenti untuk menunjukkan dirinya; Dengan demikian akal budi manusia terdorong untuk meminta pertolongan kepada prinsip-prinsip yang sebenarnya melebihi wilayah pengalaman, dan juga tidak dapat dipercayai oleh pandangan umum. Hal ini yang kemudian menjadi kekacauan dan kontradiksi, dimana akal budi manusia diduga memiliki kesalahan yang tersembunyi yang tidak dapat ditemukan, karena prinsip-prinsip yang dianutnya tadi melebihi batas dari pengalaman, yang tentunya tidak dapat diuji melalui patokan itu. Arena dari kompetisi antara akal budi dan pengalaman yang tidak berujung inilah yang dinamakan metafisika.
    (*HYPERLINK “http://kili.multiply.com/journal/item/12/Sekilas_Pemikiran_Immanuel_Kant_”)
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  27. (2)
    Bentuk rumor kisah Prabu Siliwangi adalah masalah metafisika karena menjadi kompetisis antara akal budi dan pengalaman yang tidak berujung yang terus disebarkan kepada lingkungan sekitar dan diwariskan terus-menerus kepada generasi yang lebih muda, yang pada akhirnya menjadi sebuah berita dalam wujud cerita yang kemungkinan besar dipercaya oleh masyarakat pendukung legenda tersebut, atau sebatas mitos yang sejajar dengan cerika fiksi menurut pandangaan para sastrawan pada masa kini, dan ini menurut Kant bisa menjadi suatu kebenaran priori(secara etimologis berarti “dari hal yang lebih dulu”), yakni kebenaran yang independen dari pengalaman atau kebenaran yang datang sebelum kita berinteraksi dengan objek. Kebenaran ini memiliki validitas universal dan niscaya (necessary).
    Kebenaran a priori yang dikemukakan Kant tersebut terjadi pada sejarah Prabu Siliwangi dimana sudah menjadi kebenaran universal ketika semua orang meyakini eksistensi dari Prabu Siliwangi, walaupun tidak berinteraksi atau tidak ada pengalaman atau bukti yang sensual (artefak) yang terdapat dari sejarah Prabu Siliwangi yang utuh dan lengkap.
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  28. (3)

    Namun demikian sudah ada bukti-bukti fisik yang dapat membuktikan keberadaan adanya Maha Raja Prabu Siliwangi sebagai Raja Sunda yang tersohor pada masanya, yaitu yang terdapat pada situs Batu Tulis di bogor adanya Keraton Sunan Gunungjati sebagai Cucu dari Prabu Siliwangi yang membuktikan kebenaran adanya Prabu Siliwangi.
    Berdasarkan bukti awal fisik tersebut secara faktual membuktikan kebenaran dari keberadaan Prabu Siliwangi sebagai Raja dari Kerajaan Pajajaran, hal ini oleh Kant dinyatakan sebagai suatu kebenaran posteriori(secara etimologis berarti “dari hal yang lebih kemudian”), kebenaran yang didasarkan atas pengalaman atau kebenaran yang datang sesudah kita berinteraksi dengan objek
    (*HYPERLINK “http://kili.multiply.com/journal/item/12/Sekilas_Pemikiran_Immanuel_Kant_”)
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  29. (4)

    Kebenaran dari bukti situs Batu Tulis, Keraton Sunan Gunungjati dll. adalah bukti pengalaman masa lalu sebagai suatu bukti eksistensi saja dari Kerajaan Pajajaran, tapi secara menyeluruh tidak memberikan penjelasan dari sejarah Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran itu sendiri, hal ini karena bukti fisik yang lainnya dan juga naskah-naskah kuno yang lainnya sangat sedikit dan sulit ditemukan untuk memberikan gambaran secara rinci tentang sejarah kehidupan dari Raja Pajajaran berserta kerajaan dan masyarakatnya pada abad ke 14 dan 15 , dan yang terus berkembang adalah cerita atau kisah yang kemudian menjurus kepada legenda yang sangat kental dengan kisah mistis bahkan menjadi objek dunia paranormal dan klenik serta perdukunan untuk memberikan sedikit harapan kepada sebagian masyarakat yang terbatas pemahamannya dari sisi agama dan pengetahuan, sehingga keyakinan dari kesaktian Maharaja Prabu Siliwangi yang begitu sangat hebat pada masanya, menjadi objek dunia klenik saat ini dan ini menjadi masalah tersendiri sebagai suatu fenomena yang tidak bisa kita bantah, yang menjadi tanggungjawab para akademisi dan spirutalis Islam untuk mampu melakukan penelitian spiritual metafisik yang mengarah kepada realisme metafisik sehingga mampu membuktikan dunia yang tidak sensual atau yang tidak dapat ditangkap oleh panca indra menjadi realistis, karena ada bukti faktual melalui penelitian berparadigma realisme metafisik, berdasarkan argumen trasendental.

    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  30. (5)

    Permasalahan inilah yang kemudian mendorong penulis melakukan suatu penelitian yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1996 yang pada akhirnya bulan Januari 2010 telah didirikan Museum Sejarah Islamisasi Prabu Siliwangi, sebagai museum yang secara faktual realitis membuktikan Eksistensi Historitas Prabu Siliwangi karena ada bukti-bukti yang dapat diteliti lebih lanjut oleh para pakar di dunia akademisi.
    Upaya yang telah dilakukan untuk membuktikan keberadaan atau eksistensai dari historitas Prabu Siliwangi oleh penulis telah dilakukan melalui suatu penelitian yang komprehensif dengan memadukan fakta aktual yang ada dengan kajian spiritual metafisik yang mampu memberikan dan meyakinkan rasio manusia karena adanya bukti empirik sebagai hasil dari penelitian berparadigma realisme metafisik yang kemudian dapat di konfirmasi dan di korespondensi dan diteliti ulang oleh para pakar kepurbakalaan, arkeologi, filologi, geologi dll, sehingga dapat memberikan keyakinan terhadap eksistensi historitas Prabu Siliwangi.
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  31. (6)

    Pendekatan Realisme Metafisik yang menggali sumber informasi dari dunia metafisik melalui argumen transedental yang kemudian hasilnya menjadi sensual dengan adanya bukti-bukti berupa batu prasasti, arca, batu candi, artefak kuno, tulisan di kulit, di daun dengan bahasa sunda kuno yang saat ini di Museum Islam Sunda Prabu Siliwangi ada 75 batu, ada 11 batu prasasti bertuliskan huruf sunda kuno ada 4 tulisan kuno di kulit, dan hampir 100 senjata perkakas jaman pajajaran, peralatan dan perabotan dapur jaman pajajaran, ukiran, gerabah, serta ada satu Kitab Suwasit bertuliskan huruf arab sunda yang menceritakan sejarah Prabu Siliwangi yang sudah diterjamahkan oleh penulis dan diterbitkan secara nasional.
    Semua bukti sensual tadi sepenuhnya di dapatkan dari hasil penelitian 16 tahun oleh penulis dengan pendekatan realisme metafisik yang hasilnya menjadi sensual dapat diteliti dan diamati oleh para pakar kepurbakalaan.
    Bukti dan fakta rasional yang sensual yang diperoleh atau ditemukan dari suatu proses spritual metafisik, menjadi amat penting dilakukan oleh peneliti karena keterbatasan sumber-sumber informasi dari suatu objek penelitian sejarah yang terbatas sumber informasinya, dan ini menyebabkan tidak berkembangnya Penelitian ilmiah spiritual dalam bidang sejarah Indonesia yang menggunakan sumber sumber (tertulis), hal itu disebabkan antara lain oleh sifat langka yang melekat pada sumber penelitian itu sendiri. Di sini kelangkaan itu dipahami bukan saja jarang atau sukar diperoleh, tetapi juga unik, bahkan ekslusif. Jadi, sumber langka adalah sumber yang unik sekaligus sukar diperoleh koleksinya. Dengan kata lain, pada sumber langka melekat (inherent) kelangkaan. Juga menjadi jelas bahwa jangkauan peredaran sumber langka bersifat terbatas karena umumnya tidak digandakan melalui mesin cetak ataupun media transmisi lainnya.
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  32. (7)

    Kelangkaan sumber inilah yang menjadi dasar kenapa kemudian kisah Prabu Siliwangi menjadi legenda atau cerita rakyat yang bersifat rumor dan klenik, dan ini kemudian perlu dilakukan penelitian yang mendalam, walaupun menggunakan pendekatan metafisik, yang sekarang sudah menjadi bagian keilmuan dan menjadi paradigma baru untuk melakukan penelitian agama dan spiritual melalui paradigma realisme metafisik yang bersumber dari pandangan filsafat realisme metafisik yang mengakui adanya realitas yang tidak sensual empirik dan mengakui keteraturan alam semesta sebagai ciptaan Allah, yang kemudian di konfirmasi dengan bukti aktual yang sensual yang ada dan terjadi sebagai suatu fenomena di alam semesta. Hal ini senada dengan apa yang dilakukan oleh Kant.
    Inovasi Kant secara metodologis adalah dengan menggunakan apa yang ia sebut sebagai argumen transendental untuk membuktikan proposisi yang bersifat sintesis a priori. Salah satu argumennya adalah “ada realitas yang eksis di dalam waktu dan tempat diluar diriku”, yang tidak bisa dibuktikan baik secara a priori maupun posteriori. Menurutnya, ada sebuah realitas yang bersifat independen dan diluar pengalaman manusia. Ia menyebut realitas itu sebagai dunia noumena-yakni dunia realitas dalam-dirinya-sendiri. Sedangkan dunia yang tampak dihadapan kita adalah dunia fenomena-yakni dunia yang ditangkap oleh pengalaman indera kita. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa pasti ada sesuatu yang sifatnya permanen diluar dirinya, yang tidak dapat dijangkau oleh dirinya sendiri.
    (*HYPERLINK “http://kili.multiply.com/journal/item/12/Sekilas_Pemikiran_Immanuel_Kant_”)
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  33. (8)

    Keyakinan Kant terhadap argumen trasendental sebagai definisi suatu kebenaran, sudah diberikan secara absolut oleh Allah SWT, didalam Al-Quran QS-Al-Baqarah :1-3
    Alif Laam Miim. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
    Firman Allah dalam Kitab Al-Quran sudah menyatakan adanya kewajiban meyakini atau beriman kepada yang Ghaib, artinya bahwa didalam alam ini ada yang bersifat Fenomena yaitu yang sensual dapat ditangkap oleh panca indra, dan ada yang bersifat Noumena dunia yang nyata ada tetapi tidak sensual (tidak dapat ditangkap oleh panca indra).
    Kenyataan adanya dua alam yang sensual dan tidak sensual ini adalah sebagai ciptaan Allah di alam semesta, sehingga bagi umat Islam yang beriman dan bertaqwa harus meyakini adanya alam ghaib di alam dhohir/nyata, dan keyakinan ini digunakan untuk memahami keberadaan atau eksitensi dari Prabu Siliwangi yang dalam beberapa cerita sejarah mengalami peristiwa hijrah kealam Ghaib .
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  34. (9)

    Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian Eksistensi Historitas Prabu Siliwangi melalui argument trasendental berparadigma realisme metafisik yang menghasilkan bukti sensual secara fisik dan mampu diteliti lebih lanjut oleh ahli kepurbakalaan. Dan saat ini terbukti hasilnya oleh penulis ditemukannya batu prasasti di Curug Sawer Majalengka, Curug Sawer Cinumpang Sukabumi, Leuwi Lisung sungai Cimandiri Sukabumi, Gunung Rosa, Gunung Padang, Geger Bitung, dan yang terakhir ditemukan arca dewa Sunggawa dewa untuk minta Rijki yang disembah oleh rakyat pajajaran ketika masih beragama Dewa. Bahkan dari hasil penelitian berdasarkan pendekatan Realisme Metafisik ditemukan satu naskah kuno ditulis di kulit dengan tulisan dan bahasa sunda kuno yang ditemukan penulis di Desa Pajajar Kecamatan Raja Galuh yang sekarang tersimpan di Museum Prabu Siliwangi Sukabumi, yang menyatakan Prabu Siliwangi beragama Islam yang telah diterjamahkan penulis, yaitu :
    ”SASAKALA PRABU SILIWANGI”,Kaula Prabu Siliwangi nyakenkeun ka sadaya jamaah Diya sakayan kaula nu InsyAllah ngabalai Diya nyusuk nudihapurankeun kaagama Islam Nyian anaka arang-arang nuku kaula di wastupunhate diyaya sakala dikailkeun di kaitkeun Dipahetkeun nyakeun lelembut diyaya sakala arang-arang marifat Puran kayan kageugeuh diyayakeun ka gusti Allah Diya dihapurankeun ka agama Islamna Haturan dajar nyakeun hapur kaula kasabab Neuteup diyaya teu nyakeun diaya sakala bisa musrik Sakatu nu kaula bisa dibantoskeun diya kecapna Susuhun dihapuran diya kecap parit ieu upami aya kalepat Kaula Prabu Siliwangi Pangeran Pamanah Rasa.
    Pengertian Perkata Dalam Bahasa Sunda Sing kuring Prabu Siliwangi anu ngayakinkeun kasadaya jamaah Tina kaayaan singkuring anu isnyaAllah ngabantos Tina perkawis ngajuangkeun agama Islam Nganggo metode/cara ritual anu kusingkuring ditempatkeun Kana hate aranjeun sadayana ditalikeun, dikaitken Dipagehkeun kana ruh-ruh anjenna elmu-elmu marifat Kanggo aya kateguhan tina kayakinan ka Gusti Allah Tina ngajuangkeun agama Islam Hayu urang diajar kayakinan sareng singkuring kusabab Lamun urang teu yakin urang sadaya bisa musrik Sakitu anu kusingkuring tiasa dibuktoskeun tina cariosanana Cariosanna nyuhunkeun di hapunten tina ucapan serat ieu upami aya kalepatan Kaula Prabu Siliwangi Pangeran Pamanah Rasa
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  35. (10)

    Bukti dan fakta keberadaan Prabu Siliwangi beragama Islam juga disampaikan oleh pakar sejarah Ahmad Mansyur Suryanegara menyatakan bahwa :
    DINASTI Sang Prabu Siliwangi pada abad ke-15, menjadikan Islam sebagai agamanya secara aman dan damai. Diawali dengan sebab adanya pernikahan kedua Sang Prabu Siliwangi dengan Subang Larang putri Ki Gedeng Tapa, Syah Bandar Cirebon. Subang Larang adalah santri Syekh Kuro atau Syekh Hasanuddin dengan pesantrennya di Karawang. Dinasti Sang Prabu Siliwangi dari pernikahannya dengan Subang Larang, terlahirlah tiga orang putra putri. Pertama, Pangeran Walangsungsang, kedua, Nyai Lara Santang dan ketiga Raja Sangara. Ketiga-tiganya masuk Islam.
    (sumber *HYPERLINK “http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1104/22/teropong/lainnya2.htm” \o “http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1104/22/teropong/lainnya2.htm”)
    Kemudian didukung juga dari Kitab Suwasit yang telah diterjamhkan oleh penulis dalam buku Sasakala Prabu Siliwangi (Fajar,2011:79)
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  36. (11)

    Syekh Quro menerima lamaran Pangeran Pamanah Sari namun dalam masalah itu Syekh Quro meminta syarat yang harus di penuhi dan dilakukan yaitu ada 3 syarat;Yang pertama harus masuk islam, yang kedua harus belajar ngaji, yang ketiga harus berangkat dulu ke haji, itu syarat-syarat yang diberikan oleh Syekh Quro kepada Pangeran Pamanah Sari.
    Pangeran Pamanah Sari Kebingungan dengan persyaratan tersebut terlalu berat karena beliau dari agama Hindu, tetapi karena ada yang ingin dicapai Pangeran Pamanah Sari memutuskan siap apa yang dibicarakan oleh Syekh Quro, Syekh Quro berjanji menentukan waktu untuk mengislamkan Pangeran Pamanah Sari yaitu satu hari setelah Pangeran Pamanah Sari menyanggupinya, tidak terlalu lama waktu yang ditunggu telah tiba. Pengeran Pamanah Sari siap untuk di Islamkan, beliau datang kepada Syekh Quro untuk di Islamkan ketika sampai ke tempatnya Syekh Quro. Semua orang dikumpulkan ke dalam ruangan, ki Gendeng Tapa menyaksikan Pangeran Pamanah Sari di Islamkan, tidak terlalu lama Pengeran Pamanah Sari diberikan janji oleh Syekh Quro sambil memegang tangannya dengan mengucapkan dua kalimah Syahadat, setelah itu selesai Pangeran Pamanah Sari dianggap sah dari akad menjadi muslim.
    Bukti-bukti tersebut diatas menunjukan bahwa Prabu Siliwangi muslim dan diislamkan oleh Syekh Quro ketika menikah dengan Nyai Subang Larang, masih ada cerita dan bukti lainya yang bertolak belakang dengan cerita dan bukti diatas, sehingga menarik untuk dikaji dan diteliti kembali. hal ini seperti yang dikemukakan oleh Prof Baharun dalam kata pengantar buku Sasakala Prabu Siliwangi menyatakan :
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  37. (12)

    “Menurut saya, apa yang telah diusahakan oleh penulis buku ini adalah tahap awal yang saya kira perlu dielaborasi dengan bukti-bukti kesejarahan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah agar secara komprehensif sejarah Siliwangi – khususnya mengenai islamisasi yang dilakukan sang tokoh besar itu, secara utuh dapat di “potret”.
    Berdasarkan pendapat tersebut penting untuk dilakukan penelitian lanjutan yang lebih membuktikan dan mengexplorasi eksistensi sejarah dan keislaman Prabu Siliwangi, yang saat ini penulis terus menerus mencoba melakukan penelitian dengan pendekatan Realisme Metafisik yang dikonfirmasi dengan pendekatan realisme ilmiah dan selanjutnya masalah panjang yang masih harus dikuak dan diteliti lebih lanjut adalah :
    1). Bagaimana cerita Prabu Siliwangi yang komprehensif, holistik yang terintegrasi dan terinci dengan bukti faktual yang ada saat ini, yang dikaitkan dengan cerita sejarah kerajaan lainya di tanah Sunda.
    2). Dimanakah letak pusat kerajaan Pajajaran yang sesungguhnya, dan apa bukti-bukti yang menunjukan keberadaan bekas Istana Kerajaan Pajajaran.
    3).Arti dari nama Pajajaran, senjata kujang dan harimau Pajajaran, yang sudah di jelaskan dalam buku Sasakala Prabu Siliwangi perlu dbuktikan dengan bukti-bukti dari hasil penelitian.
    4). Menghilangnya Prabu Siliwangi dan seluruh kerajaanya ke alam ghaib seperti yang dijelaskan dalam buku sasakala Prabu Siliwangi dan Buku yang lainnya perlu di buktikan alasan, penyebab dan kebenarannya.
    5). Kebenaran agama Islam dari Prabu Siliwangi perlu didukung oleh bukti-bukti lainnya berdasarkan hasil penelitian lanjutan.
    6). Bukti-bukti lainya tentang eksistensi dan historis dari Prabu Siliwangi dan kerajaan Pajajaran di situs-situs atau ditempat-tempat diseluruh tanah jawa perlu di buktikan dan diekplorasi agar dapat ditunjukan kebenaranya.
    7).Diperlukan adanya cerita sejarah yang menghubungkan keberadaan Prabu Siliwangi yang didukung oleh bukti dan fakta di tempat-tempat atau situs yang ada di tanah jawa, sehingga dapat djelaskan hubungan dan keterkaitan serta sejarah dari setiap cerita yang ada di situs atau tempat keberadaan Pabu Siliwangi.

    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  38. (13)

    Uraian pertanyaan diatas menunjukan begitu banyaknya pertanyaan seputar Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran yang perlu diungkap dan diteliti secara mendalam, agar semakin jelas sejarah dari kerajaan sunda pada masa lalu. Oleh karena itu agar dapat menjawab semua pertanyaan tersebut diatas maka perlu dilakukan penelitian dari sejarah Prabu Siliwangi dan kerajaan Pajajaran dengan menggunakan argumen trasendental yang berparadigma realisme metafisik sehingga dapat ditemukan sintesis a priori, suatu kebenaran dari dunia yang tidak sensual yang kemudian di analisis melalui metode penelitian spiritual metafisik sehingga dapat ditemukan bukti faktual yang sensual.
    Penulis adalah : Peneliti Eksistensi Historitas Prabu Siliwangi, Pendiri dan Kepala Museum Sejarah Islam Sunda Prabu Siliwangi, Penulis Buku Sasakala Prabu Siliwangi.
    http://museum.pptalfath.ac.id/home/profil/makalah-ilmiah/

    BalasHapus
  39. nu pastimah kuring bangga jadi urang sunda hidup urang sunda,

    BalasHapus
  40. yeuh aa.... ulah waka ngudar anu memang can puguh laratan nu sayaktina, sidik jeung bukti bribados urang sukabumi asli, geus nyukcruk galur nu kapungkur mapay tapak laratan baheula, sim kuring awas kalawan nyaho nu ngadadarkeun sejarah prabu siliwangi nu kiwari salah sahiji kolot nu geus kolot nu jadi kokolot umurnya geus bongkot masih keneh molotot.. kade ulah jangji wae calawak paripis sing rapih, titenan sing teges.. ulah ngumbar kahayang sakadar jadi uang, jeung ulah ngaku sanghiyang lamun anjeun can puguh ngan saukur muka carita dina buku sastra lamun can panggih jeung kolot nu sabener na, panggihan atuh kolot, ulah kokolot begog ngan ukur kolot ka poe, asa ku era paradah ngadenge eta sejarah majar nu sahinasna, sidik uing nyaho nu didinya teh saha.. jeung sing inget ulah sok "NGEPEUL NGAHUAPAN KU MANEH" kade ah bisi ngabadi akhirna malines ka diri,

    AKI ALADIN. sukawayana gunung tangkil.. nu ngageugeh makom eyang gentar bumi.

    BalasHapus
  41. di internet pada ngaco....lahuta loba kalelewihan nana...maning ngaloco nikmat...jrot jrot jrot emhhhhh

    BalasHapus
  42. ass..langsung aja,sanes bade pipilueun,iyeu supaya teu jd perdebatan we nya...
    Soalna sejarah sanes kanggo diperdebat kan,tapi kanggo dilestarikeun...
    lamun benten persepsi atawa pendapat eta mah biasa..nu jelas jalmi benten2 watakna..jadi pasti benten asumsina..jadi sejarah tetep harus di lestarikan..mau apapun bentuk dan ceritanya..
    sekarang mending kita bersama2 menjaga dan tetap melestarikan budaya yg ada di nusantara..
    mau dari RAS atau keturunan apa?
    bukan mengaku2 atau mempunyai cerita..
    Haturnuhun ka sadaya keluargi Sunda..

    BalasHapus
  43. nu jelas mah nepi ayeuna oge jalmi na masih jeneng..kersaning allah kabeh oge....???,wangatua oge ges ngomong ti bahela,jaga ning pageto bakal perang salsilah,nya ayena ges kabukti jeung dieu aya istilah AQUA,,,loba nu aku-akuan?ngadon jadi pipaseaeun doang di debat ken mah?
    bari jeng teu timu juntrungana

    BalasHapus
  44. sampurasun.......

    nambihan sakedik..dina sejarah kerajaan padjdjaran seueur pisan persina,sadayana tos rumaos sinareng ngarumaoskeun carita na bener boh nu maca buku tur nu nepangan eyang prabu na,tah ayeun salaku urang sunda tos ulah ngadebatkeun sajarah,anu samustina urang geus apal kabeh prilaku sinareng kapamimpinan eyang prabu ,sok ayeuna mah jaralankeun sakumaha anu dipesenkeun ku eyang prabu,jeung para putrana anu tos nungtun kana kasalametan nyaeta agama islam...ulah poho kana sajatina sunda....kasucian hate...anu bisa nungtun kana kaimanan....

    BalasHapus
  45. Agama Prabu Siliwangi jayadewata th Hindu (dalam trah Tri tangtu sundabuwana/ sundawiwitan) pernah masuk muslim lalu menikah lalu setelah isterinya wafat kembali ke agamanya semula, prabu siliwangi menghilangkan padjajaran untuk menghindari perdebatan dengan pangeran raden kian santang (salah satu puteranya) bersama sayidina ali untuk mengajak kembali ayahandanya masuk muslim. meureun eta oge ceuk carita kolot baheula nu turun temurun di kecamatan Goalpara kab.sukabumi (kaki gn. Gede)

    BalasHapus
  46. Prabu Siliwangi yang legendaris merupakan tokoh misterius

    BalasHapus
  47. Kerajaan Pajajaran dikabarkan hilang secara misterius, komentar juga ya ke blog saya www.goocap.com

    BalasHapus
  48. Memang kabar nya ,kehilangan kerajaan pajajaran banyak versinya.tapi cerita yang ini sama dari cerita sesepuh saya...

    BalasHapus
  49. Infonya sangat bermanfaat Gan ... !! Sukses Terus Untuk Blog / Website ini.

    Koleksi Pusaka Prabu Siliwangi Hasil Penarikan Gaib - Kunjungi www.PusakaPrabuSiliwangi.com

    BalasHapus