Kamis, 05 Februari 2009

Dana Penagulanagan Bencana Menipis

Sukabumi,................
Menteri Sosial (Mensos) RI, Bachtiar Chamsah mengatakan, dana untuk penanggulangan bencana alam tahun 2009 di departemen yang dipimpinnya telah menipis. Dari sebesar Rp 400 miliar yang dianggarkan pada tahap kedua tahun 2009, sebesar Rp 200 miliar sudah dialokasikan untuk memperbaiki tempat tinggal. Sedangkan selebihnya untuk kebutuhan logistic korban bencana alam.
“Dana yang tersedia untuk perbaikan rumah korban bencana telah habis. Kita sedang pikirkan untuk tambahan anggaran,”ujarnya di Pusat Kajian Islam (Pukis) Kota Sukabumi saat memperingati Dies Natalis ke 62 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi,kemarin.
Sebagain besar dana telah disalurkan untuk penanganan bencana alam diberbagai daerah di tanah air seperti di Manokwari, Sulawesi dan Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Mengantisipasi kedepan, Mensos berencana berkordinasi dengan Menkokesra untuk penambahan dana. Sebab di lembaga tersebut masih tersedia dana sebesar Rp 3 triliun pada anggaran 69. “Kita akan minta ke Menkokesra untuk bantuan dana perbaikan rumah korban bencana,”katanya.
Sementara kepada anggota HMI menteri berpesan harus independent dalam Pemilu Legialtif (Pileg) mendatang. Sebagai organisasi kemahasiswaan HMI tidak berpihak pada salah satu partai politik. “ HMI harus independent dan tidak memihak pada salah satu partai,”ujarnya
Namun katanya, HMI bukan berarti tidak punya pendirian. Dalam menyalurkan aspirasinya harus mendukung partai politik yang membela cita-cita HMI. Untuk itu, kader HMI harus mampu melihat lebih jernih partai mana yang benar-benar membela kepentingan Islam.
“Jadi, repleksi dari independensi yaitu membela terhadap Islam. Bagaiman partai bisa sejalan dengan cita-cita tersebut jika tidak berasaskan Islam,”tegasnya.
Tapi katanya, bukan berarti anggota HMI di partai lain tidak memperjuangkan kepentingan Islam. Disisi lain, menteri mengatakan, untuk memberantas kemiskinan, tidak bisa hanya dengan slogan dan iklan saja. Tapi harus dibarengi dengan program yang jelas serta didukung oleh anggaran yang memadai dan kualitas sumberdaya manusia.
“Memberantas kemiskinan harus dengan semangat bekerja keras. Tidak bisa dengan slogan dan iklan,”ujarnya. Budi Darmawan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar