Minggu, 08 Februari 2009

Caleg Pakar Pangan Mundur

Mundur Sebelum Bertempus
Sukabumi,.....
Meski pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) 2009 belum berlangsung, calon legislatif (caleg) satu persatu ada yang mundur sebelum bertarung. Kali ini caleg asal Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) Kota Sukabumi, Mena Susanna yang mungundurkan diri dari perhelatan pileg 2009.
Kepastian mundurnya caleg itu setelah kemarin Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi menerima surat pengunduran diri dari caleg bersangkutan. Awalnya, dalam daftar calon tetap (DCT) Mena akan tampil di daerah pemilihan (dapil) 1 nomor urut 4.
Ketua Divisi Pencalonan KPU Kota Sukabumi, Agus Firmansyah membenarkan adanya pengunduran diri tersebut. Akan tetapi, kata Agus, nama caleg bersangkutan akan terpampang di kertas suara pada pemilihan mendatang.
"Sebab, pengundurannya sesuai aturan lewat pada 17 Desember 2008. Sehingga, nama caleg itu tidak akan dicoret dari daftar kertas suara," kata Agus, kemarin.
Selain itu, Agus juga menjelaskan bahwa untuk saat ini parpol tidak bisa mendaftarkan atau mengganti caleg. Lantaran waktunya sudah melewati batas yang sudah ditentukan.
"Kami sudah menerima secara resmi pengunduran caleg dari Pakar Pangan bernama Mena Susanna," terangnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pakar Pangan Kota Sukabumi, Harya Nakula mengakui salah seorang calegnya ada yang mengundurkan diri. Saat ditanya alasannya? Nakula menegaskan lantarannya urusan pribadi. Meski demikian, mundurnya Mena, sambung Nakula , tidak memengaruhi persiapan Pakar Pangan sendiri dalam menghadapi pileg 2009. Namun, Nakula mengakui bahwa caleg bersangkutan tidak konsisten.
"Saya dari awal juga sudah memprediksi bahwa caleg bersangkutan akan mundur," terangnya.
Informasi yang dihimpun Jurnal Bogor menyebutkan, mundurnya Mena Susanna lantaranya dirinya merupakan anak Ketua DPD Partai Demokrat Kota Sukabumi, Dedi Kusnadi. Sehingga, lebih baik mundur dari awal caleg bersangkutan ditengarai takut "bertarung" dengan sang ayahnya.
"Mungkin karena anaknya ketua partai lain juga bisa merupakan faktor keluarnya. Tapi, kalau alasan yang kami terima yakni Mena harus ikut sang suami sebagai seorang TNI. Di mana suaminya saat ini bertugas di Jakarta," pungkasnya. Budi Darmawan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar